Warteg Harusnya Layak Dinobatkan Sebagai Top Klasemen Rekomendasi Kuliner
Bicara soal tempat makan yang murah, kenyang, dan porsi yang
melimpah tentunya urutan paling atas sudah pasti warteg. Walaupun warteg masih punya
saingan lain yaitu warung nasi padang dan dan mie ayam gerobak. Dulu sewaktu
kuliah, warteg menjadi andalan dan juga pilihan utama saya ketika lapar tapi
bingung mau makan apa. “Warteg tidak
pernah salah”, itu dia yang menjadu motto makan saya waktu itu.
Saya sering berpindah – pindah ke banyak warteg yag ada di
sekitar kampus saya hanya sekedar membandingkan warteg mana yang paling enak
dan paling murah harganya, anak kos
banget~. Menu yang menjadi andalan saya ketika ke warteg adalah nasi plus tumis
usus, sambal dan juga sop kentang. Sisanya hanya pelengkap saja kalau nggak ayam
goreng, ati pedas, atau telur dadar tergantung kondisi dompet, heheheheee…
Makan di warteg buat saya entah mengapa idak pernah tidak
enak, hanya ada dua warteg versi saya yaitu enak dan biasa saja. Tapi
sebenarnya bukan masalah enak atau biasa saja yang membuat warteg punya daya Tarik
yang berlebih disbanding warung – warung makan lain.
#Menu Tak Kasat Mata
Selain banyak lauk yang terjadi di tumpukan yang ada di meja
etalase, terkadang ada warteg yang punya menu tersembunyi alias tak kasat mata.
Biasanya menu “hantu” yang tersedia di beberapa warteg khusus adalah soto ayam,
nasi goreng, capcay atau sop daging. Dan menu – menu ini biasanya hanya
diketahui oleh orang – orang yang sudah terbiasa atau sering datang ke warteg
itu.
Atau kalau gak, pas
kalian terlihat bingung mau pilih lauk makanan apa, nah disitulah biasanya ibu
ibu pemilik warteg bakal nawarin menu tak kasat mata tersebut kepada kalian.
#Banyak Gratisannya
Nah makan di warteg sejatinya adalah cara lain untuk lebih
berhemat. Kalian para mahasiswa bisa makan dengan porsi yang lebih dari
biasanya tapi bayar dengan harga yang sama. Sungguh kalian sih kurang ajar sih kalau masih gak sadar dan bersyukur soal
ginian.
Sepengalaman saya setelah menjelajah di dunia pe rwarteg an di Jogja, kebanyakan warteg
memberikan beberapa “gratisan” buat yang makan disana. Entah itu tambah nasi. kuah
sayur tambahan selain yang kalian pesan, terkadang juga gratisan air putih atau
the pahit yang bisa kalian refill
sesuka hati kalian. Terkadang kalau kalian sudah sering datang ke warteg
tersebut dan ibu wartegnya sudah hafal sam kalian, ibu wartegnya suka kasih
bonus potongan ikan tongkol yang kecemplung di sambal atau juga suka “diimbuhi”
tempe goreng. Bayangkan saja kalau kalian makan direstoran jangan harap dapat
potongan ikan gratis, nabah sambal aja bayar 5 ribu kok…
#Sensasi Es The Manis Yang Berbeda
Kalau kalian makan di burjo atau di warung bakso, bolehlah
kalian pesan minumnya es jeruk, es kopi atau susu. Tapi kalau kalian makan di
warteg wajib hukumnya buat pesan minum es the manis karena buat saya rasa es the
manis di warteg itu berbeda dengan es the manis di tempat lain.
Walaupun terkadang ibuk wartegnya ngasih gulanya gak
manusiawiii sampe rasa manisnya “sinting” banget, sampai sampai harus ditambah
air the lagi setengah gelas biar rasanya pas. Bahkan terkadang gulanya sampai
belum larut semua pas es the nya habis, tapi rasanya tetap gak ada yang bisa
ngalahin es the manis di warteg. Rasa teh yang manis dan ketheell bisa bikin
kalian lupa soal utang dan lupa kalo masih jomblo, heheheh.
Setahu saya, rasa teh yang sangat kenthel dan sepet
dihasilkan dari teh the merk local yang jarang saya temukan di warung lain.
Penyajianya pun terkadang ada yang ditaruh di kendhi agar orang yang makan bisa nambah lagi tehnya, dan tentu
saja gratisss.
Nahh, karena itu makan di warteg itu jadi pilihan teratas
untuk saya kalau mau makan kenyang dan murah. Dan tentu saja saya punya andalan
warteg yang rasanya sudah sangat jempolan. Saya rasa warteg sangat pantas menduduki
singgasana teratas untuk rekomendasi kulinner dibandingkan kuliner lain yang sering
di umbar umbar itu. Sekian~

Posting Komentar untuk "Warteg Harusnya Layak Dinobatkan Sebagai Top Klasemen Rekomendasi Kuliner"